Header Ads

Artikel | Memaknai Arti Seorang Sahabat

  Memaknai Arti Seorang Sahabat

Oleh: Nurlaila

Teman, sahabat… Seiring bertumbuhnya kita secara fisik maupun emosional tentulah membuat kita berhubungan dengan orang banyak. baik di lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus maupun tempat kerja kita saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Semakin luas pergaulan kita maka semakin banyak hubungan yang terjadi. Dari sekian banyak hubungan yang terjadi dan seiring berlangsungnya intensitas komunikasi yang terjadi bukan hal yang tidak mungkin dapat terjalin hubungan pertemanan yang bahkan berujung persahabatan. Lalu apa sebenarnya sahabat itu?

Apa yang membedakan antara teman dan sahabat?

Jika merujuk pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) teman dan sahabat mempunya arti yang sama. Yaitu “bersama-sama”.

Namun jika dilihat dalam arti lain. Teman dan sahabat memiliki perbedaan yang terletak pada intensitas komunikasi yang terbentuk.

Teman itu merupakan seseorang yang kita kenal dan seseorang yang bisa kita jumpai disaat tertentu atau tidak selamanya kita jumpai. Mencari teman itu mudah bahkan sangat mudah, kita hanya menemui orang yang tidak kita kenal, lalu mengajaknya berkenalan, ketika sudah kenal maka ia sudah bisa kita anggap sebagai teman kita. Contoh di sekolah atau kampus kita mengenal semua orang yang ada di kelas dan menyebutnya sebagai “teman kelas”. Di pekerjaan biasa disebut “teman kerja”. Artinya ada kepentingan bersama yang hendak dituju dalam suatu kondisi tertentu.

 

Berbeda dengan sahabat. Tidak ada kata “sahabat kelas”, “sahabat kerja” dan lain sebagainya. Tapi satu kata saja “Sahabat”. Sahabat itu tidak lain tidak bukan adalah teman juga. Namun intensitas komunikasi yang dibangun sangat tinggi. Hubungan emosional telah terjalin. Tidak ada batasan atas hubungan ini. Rahasiamu, rahasiaku juga. Ada yang bilang teman yang benar-benar dekat sampai tau hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng dan tidak pernah terpisahkan.

Terlepas dari semua pengertian tentang sahabat. Tidak ada definisi yang menjadi patokan arti sahabat. Semua orang akan punya definisi berbeda. Dan semuanya sah-sah saja.

“Sahabat itu ialah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri”

Terkadang kita dengan mudahnya menyebut, “dia itu sahabat saya”. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan, dan lain-lain, bingung menjawabnya.

Dari situ seharusnya kita berfikir, “Apa kita ini sahabat yang baik?”

Apa kita pantas disebut sahabat?

Tapi memang terkadang persahabatan itu bukan dinilai dari sedalam apa kita tahu semua tentang orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut.

Ada pernyataan dari seorang sahabat,

Aku tidak berharap untuk menjadi orang penting dalam hidupmu, itu permintaan yang terlalu besar. Aku hanya berharap suatu hari nanti jika mendengar namaku. Kau akan tersenyum dan berkata, Dia Sahabaku.”

Pernyataan yang mencerminkan begitu tulusnya ia menjalani persahabatan.

Kesimpulannya, seorang sahabat tetap memberi ruang gerak pribadi sebagai seorang manusia. Dan kita akan merasa dekat dengan dia walaupun tidak bertemu dan tidak ada kontak dalam waktu yang lama. Karena persahabatan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Tidak hilang walaupun dimensi jarak memisahkan. Kita harus mengakui bagaimanapun juga kita tidak bisa menghilangkan dia dari hati kita.

Dan tanpa teman, kita tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Memang arti sahabat terlalu sulit untuk di definisikan, namun arti hadirnya dalam hidup kita begitu besar. Sahabat selalu memberikan pengaruh besar dalam kehidupan siapapun. Hadirnya laksana pelita yang menerangi kala kita kegelapan dengan cara yang tak pernah kita duga. Sahabat selalu punya caranya sendiri untuk berpijar.

Sahabat. . .

“Penemuan Terindah dari Para Sahabat adalah, Mereka dapat bertumbuh tanpa Terpisah”

 

Penyunting: Arunaille

persahabtan


Tidak ada komentar