Artikel | Memaknai Arti Seorang Sahabat
Memaknai Arti Seorang Sahabat
Teman, sahabat… Seiring bertumbuhnya kita secara fisik maupun
emosional tentulah membuat kita berhubungan dengan orang banyak. baik di
lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus maupun tempat
kerja kita saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Semakin luas pergaulan
kita maka semakin banyak hubungan yang terjadi. Dari sekian banyak hubungan
yang terjadi dan seiring berlangsungnya intensitas komunikasi yang terjadi
bukan hal yang tidak mungkin dapat terjalin hubungan pertemanan yang bahkan
berujung persahabatan. Lalu apa sebenarnya sahabat itu?
Apa yang membedakan antara teman dan sahabat?
Jika merujuk pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) teman dan
sahabat mempunya arti yang sama. Yaitu “bersama-sama”.
Namun jika dilihat dalam arti lain. Teman dan sahabat memiliki
perbedaan yang terletak pada intensitas komunikasi yang terbentuk.
Teman itu merupakan seseorang yang kita kenal dan
seseorang yang bisa kita jumpai disaat tertentu atau tidak selamanya kita
jumpai. Mencari teman itu mudah bahkan sangat mudah, kita hanya menemui orang
yang tidak kita kenal, lalu mengajaknya berkenalan, ketika sudah kenal maka ia
sudah bisa kita anggap sebagai teman kita.
Contoh di sekolah atau kampus kita mengenal semua orang yang ada di kelas dan
menyebutnya sebagai “teman kelas”. Di pekerjaan biasa disebut “teman kerja”.
Artinya ada kepentingan bersama yang hendak dituju dalam suatu kondisi
tertentu.
Berbeda dengan sahabat. Tidak ada kata “sahabat kelas”, “sahabat
kerja” dan lain sebagainya. Tapi satu kata saja “Sahabat”. Sahabat itu tidak
lain tidak bukan adalah teman juga. Namun intensitas komunikasi yang dibangun
sangat tinggi. Hubungan emosional telah terjalin. Tidak ada batasan atas hubungan
ini. Rahasiamu, rahasiaku juga. Ada yang bilang teman yang benar-benar dekat sampai tau hal-hal kecil
tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng
dan tidak pernah terpisahkan.
Terlepas dari semua pengertian tentang sahabat. Tidak ada definisi
yang menjadi patokan arti sahabat. Semua orang akan punya definisi berbeda. Dan
semuanya sah-sah saja.
“Sahabat itu ialah teman dalam suka dan duka, tapi tahu
batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia
mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan
mandiri”
Terkadang kita dengan mudahnya menyebut, “dia itu sahabat
saya”. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat yang berhubungan dengan
keluarga, pendidikan, dan lain-lain, bingung menjawabnya.
Dari situ seharusnya kita berfikir, “Apa kita ini sahabat
yang baik?”
Apa kita pantas disebut sahabat?
Tapi memang terkadang persahabatan itu bukan dinilai dari
sedalam apa kita tahu semua tentang orang tersebut, melainkan sedalam apa kita
memahami orang tersebut.
Ada pernyataan dari seorang sahabat,
“Aku tidak berharap untuk menjadi orang penting
dalam hidupmu, itu permintaan yang terlalu besar. Aku hanya berharap
suatu hari nanti jika mendengar namaku.
Kau akan tersenyum dan
berkata, Dia Sahabaku.”
Pernyataan yang mencerminkan begitu tulusnya ia menjalani
persahabatan.
Kesimpulannya, seorang sahabat tetap memberi ruang gerak
pribadi sebagai seorang manusia. Dan kita akan merasa dekat dengan dia walaupun
tidak bertemu dan tidak ada kontak dalam waktu yang lama. Karena persahabatan
itu pada dasarnya dari ikatan hati. Tidak hilang walaupun dimensi jarak
memisahkan. Kita harus mengakui bagaimanapun juga kita tidak bisa menghilangkan
dia dari hati kita.
Dan tanpa teman, kita tidak akan menjadi seperti sekarang
ini. Memang arti sahabat terlalu sulit untuk di definisikan, namun arti
hadirnya dalam hidup kita begitu besar. Sahabat
selalu memberikan pengaruh besar dalam kehidupan siapapun. Hadirnya laksana
pelita yang menerangi kala kita kegelapan dengan cara yang tak pernah kita
duga. Sahabat selalu punya caranya sendiri untuk berpijar.
Sahabat. . .
“Penemuan Terindah dari Para Sahabat adalah, Mereka dapat bertumbuh tanpa Terpisah”
Penyunting: Arunaille
Post a Comment