Makhluk Tuhan Yang Paling Egois
Makhluk Tuhan Yang Paling Egois
Seberapapun besar asa, rasa dan usaha yang hidup dan menjalar
di dada, sesekali kenyataan terkadang
senang sekali mematahkan harapan. Ketika itu terjadi asa seolah-olah patah meski
ia tak bertulang, usaha nampak dihianati sebab semua dilakukan dari hati. Saat
itu pula rasanya aku ingin kamu berhenti dan mengerti. Namun yang kutahu kamu
adalah makhluk Tuhan yang paling egois.
Bagaimana bisa kamu hanya tahu caranya berjalan, berlalu
dan berputar tanpa ingin tahu bagaimana caranya berhenti meski sekedar jeda
yang sesaat. Atau mungkin kamu tidak tahu bahwa jeda yang sesaat itu seringkali
menjadi keinginan yang teramat sangat bagi mereka yang detik ini sedang
berputus asa, mereka yang detik ini sedang kehilangan harapan, mereka yang
detik ini sedang kelaparan dan mereka yang detik ini sedang tertimpa kegagalan.
Meski aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi jika kamu benar-benar berhenti.
Kukira kamu terlalu sibuk berjalan dan berlalu hingga tak
sempat untuk bersinggah. Banyak yang telah terlewati olehmu, entah kamu tahu
atau tidak. Semoga bukan karena kamu tidak peduli. Ada banyak saudaraku yang
sukses dan merdeka sampai hari ini. Semua itu berkat kamu. Ada banyak saudaraku
yang bergembira dan bahagia sampai hari ini. Semua itu berkat kamu. Sebab kamu
telah membawa segala usaha dan lelahnya berlalu bersamamu.
Namun kamu masih melewati banyak hal yang tak seharusnya
kamu lewati begitu saja. Lihatlah sejenak! Ada banyak saudaraku yang jatuh
tanpa sempat mengeluh. Semoga kamu bisa melihat. Ada banyak saudaraku yang
patah semangat tanpa tahu kepada siapa dia harus berharap. Dan semoga kamu bisa
melihat. Merekalah yang selalu menyusun bait-bait doa kepada Tuhanmu agar kamu
segan membawa segala lukanya berlalu bersamamu.
Harusnya sekali
saja kamu bertanya, “siapkah kita lalui bersama?”. Sebab di belakangmu ada
banyak hati yang terluka dan sebagian membawa sisa-sisa lukanya. Merekalah hati
yang tak sanggup menyapamu, menghadapimu terlebih mengikutimu.
Banyak orang bilang bahwa hidup adalah pilihan. Entah
sebab apa pikiranku tak sejalan. Bagiku seluruh hidup ini adalah tentang kamu
WAKTU. Semua orang boleh memilih tetap jatuh atau bangun lagi, sukses atau
gagal lagi, bermanfaat atau tidak sama sekali. Namun nyatanya apapun pilihan
kita, semua berjalan pada waktunya masing-masing. Ada saatnya jatuh dan gagal
lagi, sehat dan sakit, bahkan ada saatnya hidup dan mati.
Pahamilah. Tidak semua orang dari kami tahu bagaimana
memanfaatkanmu dengan baik, sebab itu kamu sering berlalu dengan sia-sia. Tidak
semua orang dari kami punya hati dan tekad yang kuat untuk mengikuti setiap
detik yang terus bergerak, sebab itu masih sering ada harapan agar kamu
berhenti meski untuk sejenak.
Kuharap kebahagiaan menjadi seegois kamu, dia hanya tahu
bagaimana caranya hadir tanpa tahu caranya pergi untuk meninggalkan rumah kami.
Kuharap senyum dan tawa menjadi seegois kamu, dia hanya tahu bagaimana caranya
mekar dan berseri tanpa tahu caranya luntur dan hilang dari wajah kami. Kuharap
rasa syukur menjadi seegois kamu, dia hanya tahu bagaimana caranya bertambah
tanpa tahu caranya berkurang hingga tiada kata kufur dalam iman kami.
Dan kuharap semua orang mencintai dan menghargaimu,
hingga tak ada satupun yang ingin kamu berlalu dengan sia-sia. Doaku untukmu
makhluk Tuhan yang paling egois, ‘waktu’.
Post a Comment